Muslimahdaily - Merasa berat saat alarm berbunyi, lalu sepanjang hari terasa kacau dan melelahkan? Atau sebaliknya, ada hari-hari di mana kita bangun dengan perasaan ringan, penuh energi, dan semuanya terasa berjalan lancar. Ternyata, perasaan ini bukan sekadar sugesti, lho. Sebuah penelitian terbaru memberikan bukti ilmiah yang menarik tentang kapan waktu paling membahagiakan dalam satu hari.
Kabar baiknya, temuan sains ini sangat sejalan dengan apa yang telah diajarkan dalam Islam mengenai keberkahan waktu pagi.
Penelitian Mengungkap: Pagi Hari Adalah Puncak Kesejahteraan Mental
Baru-baru ini, sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Mental Health oleh British Medical Journal memberikan pencerahan. Dengan melibatkan hampir 50.000 orang dewasa selama dua tahun, para peneliti psikobiologi menemukan sebuah pola yang konsisten: pagi hari adalah waktu di mana orang-orang melaporkan tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup tertinggi.
Menurut studi tersebut, di waktu pagi, partisipan merasakan:
- Tingkat depresi, kecemasan, dan rasa kesepian yang paling rendah.
- Tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup yang paling tinggi.
- Keyakinan bahwa hidup ini berharga berada di level paling optimal.
Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai "morning relief" atau "kelegaan di pagi hari". Secara ilmiah, ini membuktikan bahwa pagi hari secara biologis dirancang untuk menjadi waktu terbaik bagi kondisi mental kita.
Berkah Waktu Subuh Sesuai Hadits Nabi
Bagi seorang Muslimah, temuan ini mungkin terdengar familiar. Jauh sebelum penelitian ini dilakukan, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam telah mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi.
Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Doa ini bukan sekadar ucapan, melainkan sebuah penegasan bahwa ada energi, ketenangan, dan potensi luar biasa yang Allah letakkan di permulaan hari. Ketika sains modern menemukan bahwa kecemasan berada di titik terendah pada pagi hari, kita teringat akan ketenangan yang didapat setelah menunaikan shalat Subuh dan berzikir.
Ini adalah bukti indah bagaimana sains dapat menyingkap hikmah di balik ajaran agama. Lalu, bagaimana kita sebagai umat muslim bisa secara sadar 'mengklaim' kebahagiaan di waktu pagi ini?
Aktifitas Pagi Hari yang Dianjurkan
Jangan biarkan pagi yang berharga berlalu begitu saja. Yuk, kita coba integrasikan temuan sains ini dengan amalan spiritual untuk memulai hari dengan cara terbaik.
1. Awali dengan Syukur, Bukan Keluhan
Saat membuka mata, hal pertama yang sering muncul adalah daftar pekerjaan atau kekhawatiran. Coba ubah itu. Begitu sadar, sentuh dada dan ucapkan, "Alhamdulillahilladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihin nusyur." Rasakan syukur karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk hidup satu hari lagi. Ini adalah mindset reset yang sangat kuat.
2. Tunaikan 'Meeting' Terpenting: Shalat Subuh
Jangan tunda panggilan-Nya. Segera berwudhu dan dirikan shalat Subuh. Anggap ini sebagai pertemuan terpenting di awal hari, di mana kita melaporkan diri kepada Sang Pencipta. Gerakan shalat melancarkan aliran darah, dan kekhusyukan di dalamnya memberikan ketenangan yang tak ternilai, sejalan dengan temuan studi tentang rendahnya tingkat kecemasan di pagi hari.
3. 'Charge' Jiwa dengan Zikir Pagi
Setelah shalat, jangan langsung beranjak. Luangkan 5-10 menit untuk berzikir pagi (Al-Ma'thurat). Rangkaian doa dan zikir ini adalah perisai pelindung sekaligus mood booster yang akan menjaga hati kita sepanjang hari. Ini adalah investasi spiritual dengan imbalan ketenangan yang luar biasa.
4. Sapa Dunia Luar dan Hirup Udara Segar
Jika memungkinkan, bukalah jendela atau melangkah ke teras sejenak. Biarkan cahaya matahari pagi menyentuh kulit dan hirup udara segar dalam-dalam. Sinar matahari pagi membantu mengatur jam biologis tubuh dan memicu produksi hormon serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
5. Buat Niat dan Rencana Kebaikan
Ambil buku catatan dan tulis 1-3 hal prioritas yang ingin kamu capai hari ini. Tidak perlu banyak, yang penting realistis. Menuliskan rencana akan mengurangi rasa overwhelm dan memberikan arah yang jelas. Niatkan semua aktivitas sebagai ibadah, maka bekerja pun akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Pada akhirnya, temuan sains ini menjadi pengingat yang indah. Pagi hari adalah kanvas kosong yang penuh berkah, yang telah Allah siapkan untuk kita. Dengan memadukan kesadaran ilmiah dan amalan spiritual, kita tidak hanya memulai hari, tetapi merancangnya untuk menjadi lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih produktif.