Muslimahdaily - Saat membayangkan surga, salah satu gambaran yang paling sering muncul di benak kita adalah sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Keindahan yang menenangkan jiwa. Namun, tahukah Sista bahwa ada beberapa sungai di dunia ini yang memiliki hubungan istimewa dengan surga menurut hadis Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam?
Ini adalah salah satu keajaiban yang diceritakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, yang membuat kita semakin kagum akan kekuasaan Allah. Dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah, Imam Ibnu Katsir mencantumkan beberapa hadis shahih mengenai hal ini.
Dua Sungai dari Akar Sidratul Muntaha
Dalam hadis yang menceritakan perjalanan Isra' Mi'raj, setelah sampai di Sidratul Muntaha, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam melihat sebuah pemandangan yang luar biasa. Beliau bersabda:
"Maka ketika (aku melihat) di akarnya (Sidratul Muntaha), keluar dua sungai batin dan dua sungai zahir. Adapun dua sungai batin, keduanya berada di surga. Sedangkan dua sungai zahir adalah Nil dan Eufrat." (HR. Bukhari & Muslim) .
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:
"Telah dipancarkan empat sungai dari surga:
Eufrat, Nil, Saihan, dan Jaihan.".
Sungai Nil di Mesir dan Eufrat (Al-Furat) di Irak tentu sudah sangat kita kenal. Sementara Saihan dan Jaihan adalah dua sungai yang mengalir di wilayah Turki dan sekitarnya.
Apa Maksudnya "Berasal dari Surga"?
Tentu saja, secara ilmiah kita tahu bahwa sungai-sungai ini memiliki mata airnya di bumi. Lantas, bagaimana kita memahami hadis ini? Imam Ibnu Katsir dan para ulama lain memberikan beberapa penafsiran indah:
Kemiripan Sifat (Tasybih): Penafsiran yang paling umum adalah bahwa hadis ini merupakan sebuah tasybih atau perumpamaan. Sungai-sungai ini disebut dari surga karena airnya yang begitu jernih, segar, dan membawa banyak keberkahan bagi manusia di sekitarnya, mirip dengan sifat sungai-sungai surga. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Kurma Ajwa berasal dari surga", yang bukan berarti kurma itu dipetik langsung dari surga, melainkan memiliki sifat dan keberkahan yang menyerupai buah surga.
Materi Asal (Unshur): Dalam salah satu lafaz hadis riwayat Bukhari, digunakan kata "unshuruhuma" yang berarti "asal materi keduanya". Sebagian ulama menafsirkan bahwa materi atau elemen dasar penciptaan sungai-sungai ini memang berasal dari surga, kemudian dipancarkan oleh Allah di bumi melalui mata air yang kita kenal sekarang. Ini adalah perkara gaib yang kita imani.
Simbol Keberkahan dan Peradaban: Tidak bisa dipungkiri, keempat sungai ini adalah pusat lahirnya peradaban-peradaban besar dan tanah-tanah yang subur. Nil menjadi sumber kehidupan Mesir kuno, Eufrat menjadi saksi peradaban Mesopotamia, begitu pula Saihan dan Jaihan. Penyebutan "dari surga" bisa jadi merupakan isyarat akan keberkahan luar biasa yang Allah turunkan melalui aliran air mereka.
Pelajaran yang Bisa Dipetik
Melihat Dunia dengan Kacamata Iman: Hadis ini mengajarkan kita untuk tidak melihat alam hanya dari sisi sains, tetapi juga dari sisi spiritual. Ada jejak-jejak kebesaran Allah dan isyarat-isyarat gaib di balik ciptaan-Nya.
Pentingnya Air dalam Kehidupan: Allah menjadikan air sebagai sumber segala kehidupan. Dengan menyebut sungai-sungai besar ini "dari surga," Islam seolah menegaskan betapa vital dan mulianya peran air bagi manusia.
Merindukan Surga yang Sebenarnya: Jika sungai-sungai di dunia yang fana ini saja sudah begitu indah dan berkah hingga disebut mirip sungai surga, bagaimana lagi dengan keindahan sungai surga yang sesungguhnya? Ini memotivasi kita untuk terus beramal saleh agar bisa merasakan kenikmatan hakiki itu.
Mari kita jaga sumber-sumber air di sekitar kita sebagai wujud syukur atas nikmat Allah yang tak terhingga, nikmat yang bahkan diisyaratkan berasal dari surga-Nya.