Muslimahdaily - Di antara sekian banyak keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, ada satu tanda fisik yang menjadi bukti nyata kerasulannya. Tanda ini dikenal sebagai Khatam an-Nubuwwah (Stempel atau Tanda Kenabian), sebuah tanda yang tidak dimiliki oleh manusia biasa dan menjadi saksi bisu atas status beliau sebagai nabi terakhir.
Para sahabat yang pernah melihatnya menggambarkannya dengan penuh takjub. Apa sebenarnya Khatam Nubuwwah itu dan di mana letaknya? Mari kita telusuri bersama riwayat-riwayat yang menyentuh hati ini.
Letak dan Bentuk Tanda Kenabian
Tanda kenabian ini terletak di bagian punggung Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, tepatnya di antara kedua tulang belikat (pundak) beliau. Para sahabat memberikan beberapa deskripsi mengenai bentuknya, yang semuanya merujuk pada sebuah keunikan yang menakjubkan.
Seperti Telur Burung Merpati: As-Saib bin Yazid, yang saat kecil pernah diajak bibinya bertemu Rasulullah, melihat dengan mata kepalanya sendiri. Ia berkata, "Kemudian aku berdiri di belakang beliau, maka aku melihat ada sebuah khatam (tanda kenabian) di antara kedua belikat beliau seperti telur burung merpati.".
Riwayat dari Jabir bin Samurah juga menguatkan hal ini, menggambarkannya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung merpati. Daging yang Menyembul: Abu Sa'id Al-Khudzri ketika ditanya perihal tanda ini menjawab, "Khatam itu ada di punggung Rasulullah, yaitu daging yang menyembul.".
Gumpalan Rambut: Deskripsi lain datang dari Abu Zaid Amru bin Akhtab Al-Anshari. Rasulullah pernah memintanya untuk mengusap punggung beliau. Ketika jari-jemarinya menyentuh tanda kenabian itu, ia menggambarkannya sebagai "gumpalan rambut".
Sebesar Genggaman Tangan dengan Tahi Lalat: Abdullah bin Sarjas juga pernah melihatnya dengan jelas. Ia berkeliling di belakang Nabi karena ingin melihat tanda itu, dan Rasulullah yang memahami keinginannya kemudian melepaskan selendang dari punggungnya. Abdullah menggambarkannya "sebesar genggaman tangan" dan "di sekitarnya terdapat tahi lalat, seperti jerawat".
Beragamnya deskripsi ini tidaklah bertentangan, melainkan saling melengkapi. Bisa jadi ia adalah gumpalan daging berwarna kemerahan yang ditumbuhi rambut halus dan di sekitarnya terdapat tahi lalat, dengan ukuran keseluruhan yang mirip dengan telur merpati atau genggaman tangan.
Bagi para sahabat, melihat atau menyentuh Khatam Nubuwwah adalah sebuah momen yang sangat istimewa dan penuh berkah.
Salman Al-Farisi, dalam perjalanannya mencari kebenaran, menjadikan tanda ini sebagai salah satu bukti untuk meyakini kerasulan Nabi Muhammad. Setelah menguji Nabi dengan sedekah (yang tidak beliau makan) dan hadiah (yang beliau makan), Salman kemudian melihat tanda kenabian di punggung Rasulullah, dan seketika itu juga ia beriman kepada beliau.
Rumaitsah, seorang sahabat wanita, bahkan berkata, "Seandainya saja aku mau mencium tanda kenabian yang terletak di antara kedua pundak beliau tentu dapat aku lakukan karena dekatnya jarak beliau denganku". Ini menunjukkan betapa tanda itu adalah sesuatu yang nyata dan dapat dilihat oleh orang-orang di sekelilingnya.
Khatam Nubuwwah bukan sekadar tanda fisik. Ia adalah penegas, stempel ilahiah yang menandakan bahwa beliau adalah penutup para nabi, Khatam al-Anbiya. Keberadaannya menjadi penguat iman bagi yang melihatnya dan menjadi pelajaran abadi bagi kita tentang keagungan penciptaan dan pilihan Allah Subhanahu wa ta'ala.