Muslimahdaily - Pernahkah terbayang dalam benak, seperti apa kiranya perawakan fisik manusia paling mulia yang pernah berjalan di muka bumi ini? Mencintainya adalah bagian dari iman, dan mengenalinya adalah jalan untuk menumbuhkan cinta itu. 

Melalui kesaksian para sahabat yang hidup bersamanya, kita diajak untuk melihat potret agung Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, sebuah gambaran yang bukan hanya tentang ketampanan, tetapi juga tentang kesempurnaan dan kewibawaan yang memancar.

Kitab Asy-Syama'il Al-Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi merangkum puluhan riwayat yang melukiskan sosok beliau dengan begitu detail dan penuh cinta. Mari kita selami bersama gambaran indah ini.

Perawakan Ideal dan Postur yang Gagah

Para sahabat sepakat bahwa postur tubuh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sangatlah ideal. Beliau tidak terlampau tinggi menjulang, namun juga tidak pendek. Ali bin Abi Thalib menggambarkannya sebagai sosok berperawakan sedang di antara kaumnya. Proporsi tubuhnya begitu sempurna, tidak gemuk dan dagunya tidak lancip.

Anas bin Malik menambahkan bahwa fisik beliau bagus dan jika berjalan, beliau berjalan dengan tegak , seolah-olah sedang menuruni jalan yang landai, penuh kekuatan namun tetap tenang. Cara berjalannya begitu cepat seolah bumi dilipat untuknya, membuat para sahabat harus bersusah payah mengimbangi langkahnya yang terlihat biasa saja.

Struktur Tulang yang Kokoh dan Bahu yang Bidang

Kewibawaan fisik Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam juga terpancar dari struktur tulangnya yang kokoh. Al-Bara' bin Azib meriwayatkan bahwa bahu beliau bidang , begitu pula tulang bahu dan pundaknya kuat. Tulang-tulang sendi beliau juga besar, menambah kesan gagah pada postur tubuhnya.

Meski tidak berbulu di sekujur tubuh, terdapat bulu halus yang tumbuh membujur dari dada hingga ke perut beliau, sebuah ciri fisik yang menambah keunikan dan kesempurnaan ciptaan-Nya.

Wajah yang Bersinar Laksana Purnama

Inilah bagian yang paling sering membuat para sahabat terpesona. Wajah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam digambarkan begitu indah, bersinar terang laksana purnama di malam hari. Kulitnya tidak putih pucat, juga tidak kecoklatan, melainkan putih kemerah-merahan yang sehat.

Rambut: Rambut beliau ikal bergelombang, tidak keriting kaku dan tidak lurus kaku. Terkadang panjangnya mencapai cuping telinga atau bahu beliau.

Mata dan Alis: Mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang lentik. Alisnya panjang dan lebat, namun tidak bertemu di tengah. Di antara kedua alisnya, terdapat urat yang akan tampak jelas ketika beliau marah, menunjukkan ekspresi yang tegas tanpa perlu berkata-kata.

Mulut dan Gigi: Mulut beliau lebar dan giginya berjarak (tidak rapat). Ketika beliau berbicara, para sahabat menggambarkannya seolah ada cahaya yang memancar dari sela-sela gigi seri beliau.

Hidungnya pun digambarkan panjang dan sedikit melengkung di bagian tengah, serta tampak bercahaya sehingga orang yang tidak memerhatikannya akan mengira hidungnya bengkok.

Sosok yang Tak Ada Tandingannya

Para sahabat yang mencoba mendeskripsikan beliau seringkali sampai pada kesimpulan yang sama. Ali bin Abi Thalib dan sahabat lainnya akan menutup kesaksian mereka dengan kalimat,

"Aku belum pernah melihat orang seperti beliau, sebelum ataupun sesudahnya". Sebuah pengakuan tulus yang menunjukkan betapa istimewanya ciptaan Allah yang satu ini.

Mengenal fisiknya adalah langkah awal. Semoga dari gambaran ini, hati kita semakin terpaut, rindu untuk bertemu, dan terdorong untuk meneladani akhlaknya yang jauh lebih agung dari sekadar fisiknya.