Muslimahdaily - Kementerian Kesehatan Gaza merilis laporan tragis pada hari Rabu (27/8/2025), yang menyatakan bahwa sepuluh warga Palestina telah meninggal dunia akibat kelaparan dan dehidrasi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Laporan ini menjadi bukti nyata memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah yang terkepung tersebut.

Menurut pernyataan resmi yang dilansir dari The Guardian, para korban meninggal di berbagai rumah sakit di seluruh Jalur Gaza. Juru bicara kementerian mengonfirmasi bahwa di antara korban jiwa tersebut terdapat anak-anak, yang tubuhnya tidak lagi mampu bertahan akibat kekurangan gizi akut.

Dengan tambahan korban jiwa ini, jumlah total kematian resmi akibat kelaparan sejak awal eskalasi konflik kini telah melampaui angka 50 orang. Namun, banyak pihak meyakini jumlah sebenarnya di lapangan jauh lebih tinggi karena banyak keluarga yang tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan.

Pejabat kesehatan di Gaza menggambarkan situasi ini sebagai "bencana kemanusiaan yang sangat serius." Mereka menuduh pasukan Israel secara sengaja membatasi akses bantuan makanan dan medis, yang secara langsung menyebabkan kondisi kelaparan massal.

"Dunia menyaksikan sebuah genosida yang disiarkan langsung di mana warga sipil, terutama anak-anak, meninggal perlahan karena tidak ada makanan dan air," kata seorang dokter di rumah sakit Al-Shifa kepada media lokal.

Laporan ini muncul setelah berbagai lembaga bantuan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berulang kali memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang bencana kelaparan. Bantuan yang berhasil masuk dilaporkan sangat tidak sebanding dengan kebutuhan lebih dari dua juta penduduk di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan nyata dan menekan Israel agar membuka semua perlintasan perbatasan untuk bantuan kemanusiaan tanpa syarat.

Mereka mendesak agar koridor kemanusiaan yang aman segera dibentuk untuk memungkinkan evakuasi pasien kritis dan distribusi bantuan yang memadai untuk mencegah lebih banyak korban jiwa berjatuhan akibat kelaparan.