Muslimahdaily - Kalimat 'La ilaha illallah' adalah fondasi keimanan kita. Kita mengucapkannya dalam shalat, dalam zikir, dan Insya Allah di akhir hayat kita kelak. Rasanya begitu ringan di lisan, tapi pernahkah kita berhenti sejenak untuk merenungkan betapa dahsyatnya kekuatan yang tersimpan di dalamnya?
Ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah pernyataan agung yang menjadi kunci surga dan benteng pelindung kita. Dalam kitab syarah (penjelasan) klasik yang sangat populer di Nusantara, Kasyifatus Saja fi Syarhi Safinatin Naja, karya ulama besar asal Banten, Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi, dijelaskan beberapa fadhilah atau keutamaan luar biasa dari kalimat tauhid ini. Kitab ini sendiri merupakan penjelasan mendalam atas matan (teks inti) Safinatun Naja karya Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami.
Makna dan Keutamaan Agung Kalimat Tauhid
Sebelum menyelami keutamaannya, mari kita segarkan kembali pemahaman kita tentang maknanya. Menurut Syekh Nawawi, makna
'La ilaha illallah' adalah "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar di alam wujud ini selain Allah". Ini adalah penegasan total bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tujuan ibadah kita.
Lalu, apa saja rahasia di baliknya?
1. Menjadi Kaffarah (Penggugur) Dosa Harian
Ini dia amalan yang super praktis tapi dampaknya luar biasa. Disebutkan dalam sebuah riwayat,
"Barangsiapa mengucapkan 'La ilaha illallah' tiga kali dalam sehari, maka itu menjadi kaffarah (penggugur) bagi setiap dosa yang menimpanya di hari itu". MasyaAllah! Dengan amalan yang tak sampai satu menit, Allah tawarkan pengampunan untuk dosa-dosa kecil yang mungkin tak sengaja kita lakukan sepanjang hari.
2. Sebaik-baik Ucapan Setelah Al-Qur'an
Para ulama menyebutkan bahwa zikir yang paling utama adalah Al-Qur'an. Namun, setelah Al-Qur'an, kalimat terbaik adalah 'La ilaha illallah'. Kalimat ini bahkan dianggap lebih utama dari zikir hamdalah (Alhamdulillah) karena ia secara langsung menafikan segala bentuk kekufuran dan kesyirikan.
3. Rahasia 12 Huruf dan 12 Kewajiban
Pernahkah kamu menghitung jumlah huruf dalam kalimat لا إله إلا الله? Ada 12 huruf. Sebagian ulama, seperti yang dikutip Syekh Nawawi, mengaitkan keunikan ini dengan 12 kewajiban yang harus ditunaikan seorang Muslim, yang terbagi menjadi dua:
Enam Kewajiban Lahiriah: Thaharah (bersuci), Shalat, Zakat, Puasa, Haji, dan Jihad.
Enam Kewajiban Batiniah: Tawakal (berserah diri), Tafwidh (memasrahkan urusan), Sabar, Ridha, Zuhud (tidak cinta dunia), dan Taubat.
Ini seolah menjadi pengingat bahwa setiap kali kita mengucapkannya, kita sedang memperbarui komitmen kita terhadap seluruh aspek ajaran Islam, baik yang terlihat maupun yang terasa di dalam hati.
Setelah mengetahui keutamaannya, rasanya sayang sekali jika kita mengucapkan kalimat ini hanya sebagai rutinitas tanpa penghayatan. Mari jadikan zikir 'La ilaha illallah' sebagai pengingat harian, pembersih jiwa, dan peneguh iman kita. Ringan di lisan, berat di timbangan, dan insyaAllah menjadi penyelamat kita di dunia dan akhirat.